PENGGUNAAN BAHASA TABU OLEH GENERASI Z KOTA SURABAYA DI MEDIA SOSIAL TIKTOK

Authors

  • Briyan Johan Soetanto
  • Damara Aura Hegidia Akbar
  • Erisa Dwi Xena Anindhyta
  • Favian Fadlurahman
  • Ivana Ayu Nurunnisa
  • Maheswari Dian Paramita
  • Nadiyah Myrilla
  • Endang Sholihatin Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur

Abstract

Penggunaan Bahasa tabu di kalangan generasi Z pada era sekarang seakan-akan sudah menjadi hal yang telah dinormalisasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui akun tiktok yang memiliki konten berbahasa tabu; 2) mengetahui bahasa tabu yang digunakan generasi Z Kota Surabaya di media sosial tiktok; dan 3) mengetahui dampak penggunaan bahasa tabu oleh generasi Z Kota Surabaya di media sosial tiktok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui teknik observasi di aplikasi tiktok, serta melakukan wawancara tidak langsung melalui google form. Subjek dalam penelitian ini adalah generasi Z Kota Surabaya yang menggunakan Tiktok sebagai informan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) akun tiktok yang memiliki konten berbahasa tabu yaitu @haojuga, @hyly.angie, @imeyhou, @b.blek, dan @redydyurang; 2) bahasa tabu yang digunakan generasi Z Kota Surabaya di media sosial tiktok yaitu anjing, bajingan, anjir, fuck, goblok, jancok, jancuk, cok, anj, serta cuk; dan 3) dampak penggunaan bahasa tabu oleh generasi Z Kota Surabaya di media sosial tiktok meliputi dampak negatif dan dampak positif di antaranya: (a) dampak negatifnya yaitu dalam konteks tertentu dapat menyebabkan kondisi memanas sehingga dapat memicu konflik, dapat menyebabkan orang lain berprasangka negatif pada orang yang mengucapkan bahasa tabu, dalam konteks tertentu dapat menyinggung perasaan orang lain; (b) selanjutnya dampak positifnya yaitu memberikan rasa puas atau lega bagi penuturnya, sebagai bentuk keberanian, sebagai bentuk penghunaan bahasa gaul yang menunjukkan hubungan akrab, kebanggaan memiliki latar belakang budaya bahasa yang sama dalam suatu komunitas. Saran dalam penelitian ini yaitu dalam banyak kasus, dampak negatif dari penggunaan bahasa tabu (makian atau pisuhan) jauh lebih besar. Penggunaan bahasa yang menyinggung dapat merusak hubungan interpersonal, menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bahkan menimbulkan konsekuensi serius seperti konflik atau isolasi sosial. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan komunikasi yang lebih konstruktif dan positif untuk mencapai tujuan jangka panjang yang lebih baik.

Downloads

Published

2023-12-23 — Updated on 2024-01-05

Versions

How to Cite

Soetanto, B. J. ., Hegidia Akbar, D. A. ., Xena Anindhyta, E. D. ., Fadlurahman, F. ., Nurunnisa, I. A. ., Paramita, M. D. ., Myrilla, N. ., & Sholihatin, E. . (2024). PENGGUNAAN BAHASA TABU OLEH GENERASI Z KOTA SURABAYA DI MEDIA SOSIAL TIKTOK. Serunai : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(2). Retrieved from https://ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/ja/article/view/1104 (Original work published December 23, 2023)