STUDI KASUS SELF ESTEEM PADA REMAJA YANG ORANG TUANYA BROKEN HOME DI SMP DHARMA PATRA P. BRANDAN
DOI:
https://doi.org/10.37755/jsbk.v8i2.189Abstract
Harga diri (self-esteem) merupakan bagian penting yaitu salah satu masalah dalam kehidupan yang dianggap paling berat adalah masalah yang terjadi dalam keluarga. Remaja ini mempunyai harga diri yang tinggi karena akan bisa meningkatkan prestasi, memiliki kepuasan terhadap aktifitas yang dilakukan, berani menghadapi tantangan dalam hidup. Kondisi ini, menimbulkan dampak yang sangat besar bagi remaja yang dalam proses perkembangannya merupakan saat-saat pembentukan karakter dan kepribadian, terutama untuk kehidupannya di masa yang akan datang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran studi kasus self esteem pada remaja yang orang tuanya Broken home serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pencapaian studi kasus self esteem pada remaja yang orang tuanya broken home.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif berbentuk studi kasus.Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja laki-laki berusia 14 tahun dan mengalami broken home sebanyak satu orang.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa subjek memilikiRemaja yang memiliki harga diri tinggi merupakan sebagai perasaan yang positif terhadap diri sendiri, termasuk cenderung lebih efektif, aktif dan asertif dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.Hal ini juga didukung oleh faktor-faktordari dalam diri dan dari luar diri subjek yang mempengaruhi subjek untuk menjadi seorang yangmempunyai self esteem. Faktor-faktor dari luar diri subjek antara lain hubungan sosial yang baik antara subjek dengan orangtua dan lingkungan sekitarnya, mendapatkan dukungan yang positif dari orang-orang disekitarnya, sedangkan faktor dari dalam diri subjek yaitu memiliki perasaan dicintai dan mampu untuk mencintai orang lain, menjalin hubungan baru, dan mampu berempati.Subjek juga memiliki keyakinan dan harapan yang besarakan kehidupannya di masa yang akan datang, sehingga mampu bangkit dari kondisi sulit dan pengalaman emosional negatif yang dialaminya.References
Branden (2001). How To Raise Your Self
Esteem. Jakarta. Pustaka Delapratasa.
Coopersmith (1967). The Antecendents Of Self Esteem. USA. W.H Freeman and
Company
Clemes B, Harris, Reynold. 1995. Bagaimana
Kita Meningkatkan Harga DiriAnak. Diterjemahkan oleh A.A
Nugroho.Bandung: Bina Rupa Aksara.
Corey, Gerald. 2005. Teori dan Praktek
Konseling dan Psikoterapi. Bandung:Rafika Aditama.
Miles dan Huberman. Bullies and Victims: A Primer For Parents. National Association Of School Psychologists Elsevier Academic Press: California
Moleong. 1999. Metodologi Penelitian
Kualitaf. Bandung: Rosdakarya
Nasution. 2003. Hipotesis Dalam Penelitian.
Jakarta: Rineka Cipta
Santrock, John W. 2003. Adolescence
Perkembangan Remaja Edisi Keenam.
Jakarta : Erlangga.
Suharsimi Arikunto.2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Syansu, Yusuf LN. 2005. Psikologi
Perkembangan Anak danRemaja. Bandung: Remaja Rosda Karya
Wilis Srisayekti1, David A. Setiady, Rasyid
Bo Sanitioso2015. Harga-diri (Selfesteem) Terancam dan Perilaku Menghindar.Jurnal PSIKOLOGI. VOl 42, NO. 2, hal 141 – 156
http://dyan123.blogspot.co.id/2012/02/pengert
ian-harga-diri-dan-faktor-yang.html/.
diakses tanggal 04 Juni2016
http://thesis.binus.ac.id/eColls/eThesisDoc/marellpdf/. diakses tanggal 04 Juni 2016
https://cintalia.com/kehidupan/anak-anak/dampak-broken-home-terhadap-anak. diakses tanggal 04 Juni 2016





