https://ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/jb/issue/feedJurnal Serunai Bimbingan dan Konseling2026-01-05T12:05:07+07:00Dewi Rulia Br Sitepu, S.Pd., M.Sidewiruliasitepu@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Serunai Bimbingan dan Konseling merupakan media informasi yang diterbitkan secara berkala dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan Oktober. Penerbitan jurnal ini sebagai sarana untuk menampung artikel-artikel ilmiah yang berasal dari hasil penelitian, kajian-kajian atau makalah ilmiah dari para peneliti maupun dosen yang sudah dipilih pada bidang pendidikan Bimbingan dan Konseling. Artikel ilmiah yang dikirim pada redaksi harus merupakan naskah asli dan tidak pernah dipublikasi di tempat lain. Artikel ilmiah dalam setiap penerbitan merupakan tanggung jawab penulis.</p> <p><strong>Indexed By:</strong><strong><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1oY9YJkETs8_pXXhYfswhlniDHIxI5H0cB_WM9znxlWIAm9Yb4ZN3zVKjUqMHGYdLY79_ON6eto3tHmh_ddZuJ9cNgXY73eMhr4yh2e9nPH27nDmaKcNi-Mskn4RyQIRyXYu0RprptH3e8HYUvag_pQ0OsxAWg37YS0PxVoAcIFYf2cWm5SyjhItHag/w464-h110/BK.png" /></strong></p>https://ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/jb/article/view/1805The MEMAHAMI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN MENTAL REMAJA YANG MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL SECARA BERLEBIHAN BAGI MAHASISWA STKIP BUDIDAYA2025-10-22T12:16:20+07:00Hilal Nur Ihsan Nur Asiahhilalnurihsan21@gmail.comNurul Hasanah M.SiNurul.psikologi07@gmail.comKhairina Afni M.Pdkhairinaafni89@gmail.com<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p> </p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental mahasiswa STKIP Budidaya Binjai akibat penggunaan media sosial secara berlebihan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah tiga orang mahasiswa STKIP Budidaya Binjai yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em> berdasarkan intensitas penggunaan media sosial yang tinggi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara semi-terstruktur dan angket tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kesehatan mental mahasiswa, antara lain ketidakmampuan dalam mengelola waktu, penurunan harga diri, perasaan cemas saat membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, kesulitan membedakan antara realitas dan citra digital, dan penurunan kualitas interaksi sosial langsung. Penggunaan media sosial secara berlebihan berkontribusi signifikan terhadap penurunan kesehatan mental jika tidak dikelola secara tepat.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Serunai Bimbingan dan Konselinghttps://ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/jb/article/view/1102PENGARUH EFEKTIVITAS TEKNIK SELF-MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS XII TAMANSISWA BINJAI2023-12-18T16:13:39+07:00Nurul Hasanahbimbingankonselingbudidaya@gmail.comDessy Fitrianidessyfitriani562@gmail.com<p>Teknik Self Management merupakan salah satu model dalam cognitive-behavior theraphy, self-management meliputi pemantuan diri (self-monitoring), reinforcement perilaku yang positif (self-reward), kontrak atau perjanjian dengan diri sendiri (self-contracting), dan penguasaan terhadap rangsangan (stimulus control). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan pada siswa kelas XII IPS 2 SMA Tamansiswa Binjai. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan Pre dan post-test One grup design. Sample penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS-2 dengan jumlah sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah skala kedisiplinan siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan siswa kelas XII SMA Tamansiswa Binjai adalah 98.3125 dengan Sig 0,05 dimana P<0.05. Artinya Self-management memberikan pengaruh terhadap kedisiplinan siswa kelas XII IPS 2 SMA TamanSiswa. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti teknik self-management pada variabel lain seperti merokok, seks bebas,dan kecanduan gadget.</p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Serunai Bimbingan dan Konselinghttps://ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/jb/article/view/1467KEMATANGAN KARIR SISWA KELAS XI DI MAS SABILAL AKHYAR DITINJAU DARI JENIS KELAMIN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN 2026-01-05T12:05:07+07:00muhajirmuhajir3581@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kematangan karir siswa MAS Sabilal Akhyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karir siswa Kelas XI MAS Sabilal Akhyar di tinjau dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif komparatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAS Sabilal Akhyar sebanyak 37 orang siswa, Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Kematangan Karir Siswa MAS Sabilal Akhyar dengan reliabilitas 0,896. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan rumus <em>independent</em> <em>sample t test</em>. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa nilai koefisien signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,896 atau > 0,05 yang menandakan bahwa data bersifat homogen. Secara lebih rinci dijelaskan nilai Sigh. (2 <em>tailed</em>) yang didapatkan sebesar 0,197 atau > 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa H<sub>1</sub> diterima, atau dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kematangan karir siswa laki-laki dan siswa perempuan di MAS Sabilal Akhyar. Dimana kematangan karir siswa laki-laki lebih baik dibandingkan siswa perempuan dilihat dari perolehan skor rata-rata siswa laki-laki sebesar 110,4 sedangkan skor rata-rata perempuan sebesar 100,2.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Serunai Bimbingan dan Konselinghttps://ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/jb/article/view/1814Korelasi Motivasi Belajar dan Kedisiplinan Siswa Kelas VIII SMPN 1 Deli Tua2025-11-05T12:49:22+07:00Fatmawati Sitepufatmawatisitepu97@gmail.comMuhammad Riza Darwinmuhammad.rizadarwin09@gmail.com<p>Disiplin merupakan perilaku mematuhi aturan yang berlaku, perilaku disiplin ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk membentuk perilaku disiplin ini perlu dilatih agar terbentuk kedisiplinan terutama pada anak-anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara motivasi belajar dan kedisiplinan siswa. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa Kelas VIII SMPN 1 Deli Tua. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan besaran sampel yang diambil menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 80 orang sampel penelitian. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner, yaitu kuesioner motivasi belajar dan kuesioner kedisiplinan dengan skala likert yang telah duji validitas dan reliabiltasnya. Pengolahan data menggunakan program SPSS for Windows versi 24.00. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Correlation Product Moments. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara motivasi belajar dan kedisiplinan siswa Kelas VIII SMP N 1 Deli Tua dengan nilai koefisien korelasi= 0,603 dan signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Maka variabel antar penelitian ini berkorelasi serta variabel antara kedua variabel ini berkorelasi positif. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan produk yang dapat meningkatkan kedisiplinan siswa, sehingga terbentuk lah perilaku siswa yang disiplin.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Serunai Bimbingan dan Konselinghttps://ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/jb/article/view/1301A FUNGSI BIMBINGAN KONSELING DAN SEJARAH PERKEMBANGAN DI INDONESIA2024-05-27T23:05:51+07:00TUTI FATIMATUL ZAHROtutifatimatulzahro@gmail.comLOVI SUCIYATIlovisuciyati2505@gmail.comCUCUM NOVIANTIcucum.novianti@gmail.com<p><strong><em>Abstrak:</em></strong> <em>Bimbingan Konseling (BK) di sekolah sangat penting bagi perkembangan fisik maupun psikologis siswa. Bimbingan konseling merupakan layanan penting dalam bidang pendidikan dan pengembangan pribadi. Fungsinya untuk membantu peserta didik memahami diri sendiri, mengatasi tantangan pribadi, sosial, akademik dan karir, serta mengembangkan potensi mereka secara optimal. Fungsi bimbingan koseling di sekolah ada empat, yaitu fungsi pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi pengentasan, serta fungsi pemeliharaan dan pengembangan. Konseling juga berperan dalam membantu individu mengambil keputusan yang baik dan mengembangkan keterampilan sosial yang baik. Bimbingan konseling mulai berkembang di Indonesia pada tahun 1960an, didorong oleh masuknya konsep konseling dari Amerika Serikat. Awalnya, layanan ini cukup informal dan terbatas pada lingkungan sekolah tertentu. Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan dukungan psikologis dan pendidikan yang lebih komprehensif, fokus pada konseling juga meningkat. Kemajuan yang signifikan telah dicapai dengan diadopsinya kebijakan pemerintah untuk mendukung pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah dan pembentukan program gelar bimbingan konseling di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini, bimbingan koseling di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan dan penyesuaian sebagai respons terhadap evolusi gerakan sosial dan kebutuhan sosial.</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><em>: Bimbingan Konseling; Pendidikan; Perkembangan; Indonesi;, Layanan Psikologi; Potensi Individu; Kebijakan Pemerintah.</em></p> <p> </p>2026-01-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Serunai Bimbingan dan Konseling