URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER: Fenomena Kenakalan Remaja Di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Pertama

Authors

  • Dalan Ersada Bangun Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan Budidaya Binjai
  • Surya Wibawa Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan Budidaya Binjai

Abstract

ABSTRAK Pendidikan Karakter merupakan upaya nyata negara menjalankan amanat kemerdekaan yang tertuangkan dalam Pembukaan UUD 1945 yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.  Maka tidak dapat dinapikkan lagi, isu pembangunan karakter adalah suatu agenda kerja prioritas pembangunan nasional Indonesia dan harus teraktualisasikan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi pendidikan karakter ditengah realitas fenomena penilaku remaja di kalangan siswa menengah pertama saat ini. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualiatatif dan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi mendalam.  Penelitian ini dilakukan di lingkungan luar sekolah SMP Negeri 11 Binjai, Kota Binjai. Selanjutnya, proses analisis data yang digunakan adalan reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Berdasar hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya dan visi pembentukan yang diunjuk sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan tugas pembangunan manusia nasional Indonesia masih menghadapi tantangan secara struktural dan kultural lembaga pendidikan maupun masyarakat sekitar lembaga pendidikan. Berdasar hasil penelitian peneliti menilai perlu ada sinergitas lembaga pendidikan dan masyarakat luas dalam suksesi pembentukan karakter remaja ditengah fenomena kenakalan atau perilaku remaja sekarang ini.     Abstract Character Education is a real effort by the state to carry out the mandate of independence as stated in the Pembukaan UUD 1945, namely to make the nation's life more intelligent. So it cannot be emphasized anymore, the issue of character development is a priority work agenda for Indonesia's national development and must be actualized effectively. This research aims to describe the urgency of character education amidst the reality of teenage penis reality among junior high school students today. Researchers used a qualitative descriptive approach and used interview data collection techniques and in-depth observation. This research was conducted in the outer school environment of SMP Negeri 11 Binjai, Binjai City. Next, the data analysis process used is data reduction, data display, verification and drawing conclusions. Based on the results of national research, it shows that the efforts and vision of formation shown as one of the means to realize the task of human development in Indonesia are still facing structural and cultural challenges in educational institutions and the communities around educational institutions. Based on the research results, researchers assess the need for synergy between educational institutions and the wider community in the succession of adolescent character formation amidst the current phenomenon of juvenile delinquency or behavior    

Published

2023-11-01