PERAN GURU PPKN DALAM MENCEGAH SINDROM FOMO PADA SISWA DI SMAN 1 KUTAMBARU

Authors

  • Usman Alhudawi Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan Budidaya Binjai
  • Surya Wibawa STKIP BUDIDAYA

DOI:

https://doi.org/10.37755/jspk.v14i2.2107

Keywords:

Guru PPKn, FOMO, Literasi Digital, Bernalar Kritis, Profil Pelajar Pancasila.

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mencegah sindrom Fear of Missing Out (FOMO) pada siswa di SMAN 1 Kutambaru. FOMO muncul sebagai akibat dari penggunaan media sosial yang berlebihan dan dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kondisi emosional, serta hubungan sosial siswa. Guru PPKn memegang peran penting dalam membimbing siswa menghadapi fenomena ini melalui penguatan nilai-nilai Pancasila dan pengembangan keterampilan bernalar kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik nilai, fasilitator literasi digital, pembimbing karakter, dan pengarah etika digital. Melalui strategi pembelajaran seperti diskusi, refleksi, studi kasus, serta analisis informasi, guru membantu siswa memahami dampak FOMO dan melatih kemampuan mereka untuk berpikir rasional serta selektif terhadap informasi digital. Upaya tersebut terbukti efektif dalam membangun perilaku digital yang sehat dan mendorong siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial media. ABSTRACT This study aims to explain the role of Civic Education (PPKn) teachers in preventing Fear of Missing Out (FOMO) syndrome among students at SMAN 1 Kutambaru. FOMO emerges as a psychological condition caused by excessive social media use, which affects students’ concentration, emotional stability, and social interactions. Civic Education teachers hold a strategic role in guiding students to face this issue through the reinforcement of Pancasila values and the development of critical thinking skills. The findings show that teachers act as value educators, digital literacy facilitators, character mentors, and ethical digital behavior guides. Through learning strategies such as discussions, reflections, case studies, and information analysis, teachers help students understand the impacts of FOMO and train them to think rationally and selectively toward digital content. These efforts are proven effective in fostering healthy digital behavior and helping students resist social pressure from online trends.

References

Ayun, Q., & Sokip, S. (2024). Pendekatan Psychological Well-Being dalam Mengatasi Masalah Fearing of Missing Out (FOMO) Pada Fase Dewasa Awal. Journal of Social Science and Multidisciplinary Analysis, 1(3), 57-69.

Darwis, A. (2020). Pendidikan Karakter: Konsep, Strategi, dan Implementasi Komprehensif. Banyumas: Pena Persada.

Rosjayani, A. P., & Tang, M. (2024). Fenomena Mahasiswa Terhadap Sindrom Fear of Missing Out. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(5), 4284-4298.

Ningtyas, R. F. A., & Wiyono, B. D. (2020). Studi Mengenai Kecanduan Internet Dan Fear of Missing Out (FOMO) Pada Siswa Di SMK Negeri 1 Driyorejo. Journal Unesa, 1(1), SSSQ1

Musanna, A., & Basiran, B. (2023). Tugas, Peran, Dan Fungsi Guru Dalam Pendidikan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 6(4), 683-690.

Kemdikbudristek. (2022). Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemdikbudristek.

Kusumawati, W. (2022). Peran Guru Dalam Penanaman Karakter Religius Melalui Kegiatan Keagamaan Pada Siswa Kelas III MI Darul Ulum Ngaliyan Semarang Tahun Pelajaran 2022/2023. Thesis. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Sugiyarti, S., & Patmisari, P. (2024). Peran Guru PPKn dalam Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dimensi Bernalar Kritis. Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 6(1), 1-7.

Downloads

Published

2025-10-31