PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) SOLUSI ALTERNATIF PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN DENGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH SESUAI DENGAN KURIKULUM TAHUN 2013 DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL HIKMAH MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.37755/sjip.v8i1.632Abstract
Penelitian Tindakan merupakan penelitian yang dilakukan melalui tindakan di kelas oleh guru atau peneliti. Penelitian tindakan dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu: (1) penelitian tindakan partisipasi (participatory action sesearch), penelitian tindakan kritis (critical action reseach), penelitian tindakan sekolah (institutional action research), dan penelitian tindakan kelas (clasroom action recearch). Dalam pendidikan formal, yang banyak dikembangkan guru di sekolah adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena sasaran atau subjek penelitiannya adalah siswa. Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang jabatan guru dan angka kreditnya memberlakukan mulai Januari 2013. Salah satu materinya adalah petunjuk teknis pelaksanaan kinerja guru yang profesional. Implementasinya adalah dengan melaksanakan serta membuat laporan hasil penelitian di bidang pendidikan utamanya Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tersebut merupakan salah satu cara yang strategis bagi pendidik untuk meningkatkan dan atau memperbaiki layanan pendidikan bagi pendidik dalam konteks pembelajaran di kelas. Niff (1992) menegaskan bahwa dasar utama bagi dilaksanakannya penelitian tindakan kelas adalah untuk perbaikan.Langkah-langkah praktis pelaksanaan penelitian tindakan kelas tersebut dapat dijabarkan. Oleh sebab itu, tulisan ini akan berfokus pada kegiatan-kegiatan pokok seperti : (1) planning, (2) acting, (3) observing, (4) reflecting. Penelitian yang terkait dengan persoalan praktik pembelajaran misalnya rendahnya minat baca siswa.Dengan penelitian tindakan kelas dapat dicoba berbagai tindakan yang berupa program pembelajaran dengan membiasaakan membaca cerita-cerita lokal, menggunakan buku yang dimiliki cerita lucu, dan sebagainya. Peneliti wajib menyusun laporan penelitian.Yang perlu ditulis pada laporan berkaitan dengan: (1) setting, (2) hasil per siklus, (3) analisis antarsiklus.References
Andreas, 2002. Pedoman Praktis Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom-Based Action Research). Proyek Perluasan dan Peningkatan Mutu SLTP Kantor Wilayah Depdiknas Provinsi Jawa Tengah.
Connole, H.,Smith B., Wiseman. R. 1994. Research Methodology 1: Issues and Methods in Research Study Guide. Deakin University Melbourne Australia.
Corey, S.M. 1949. Action reasearch, fundamental reaserch, and educational practises.Teacher's College Record, VoL50., halaman 509-4.
Komang T. Dewa dkk. 2004. Pedoman Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Ditjen Pendidikan Tinggi.
N.K. Setiawan. 2008. Kode Etik Penulisan dan Hakikat Pendekatan Ilmiah. Dalam Departemen Pendidikan Nasional. Materi Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah. Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional. Yogyakarta. 7-10 Agustus 2008.
Raka, Joni T. 1998. Penelitian Tindakan Kelas: Beberapa Permasalahannya. Jakarta: PCP PGSM Ditjen Dikti.







