STUDI KASUS SISWA YANG BEREKONOMI TINGGI TERHADAP KEMAUAN BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMK KARYA BAKTI KECAMATAN SELESAI TAHUN PELAJARAN 2017/2018
DOI:
https://doi.org/10.37755/sjip.v4i1.90Abstract
Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara terencana dan menyentuh aspek psikis siswa, sehingga tumbuh motivasi dan minat bagi siswa untuk melakukan aktivitas belajar dan meraih prestasi belajar yang tinggi, sebab prestasi belajar yang tinggi hanya akan diperoleh bilamana dilakukan aktivitas belajar yang serius dan bersungguh-sungguh. Siswa yang belajar dengan baik dan sungguh-sungguh tidak terlepas dari dorongan dari luar dirinya yaitu guru, orang tua, fasilitas dan sebagainya. Namun kemauan belajar juga muncul dari dalam diri siswa. Oleh karena itu seorang guru sebagai tenaga pendidik dan pengajar harus mampu membangkitkan kemauan belajar siswa agar siswa benar-benar berhasil dalam pendidikan sehingga menjadi siswa yang berkualitas, kreatif, aktif dan mandiri.Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui studi kasus siswa yang berekonomi tinggi terhadap kemauan belajar pada siswa kelas X SMK Karya Bakti Kecamatan Selesai tahun pelajaran 2017/2018. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa, sedangkan yang menjadi sampel yaitu key informan sebanyak 3 orang siswa.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat status ekonomi tinggi di SMK Karya Bakti dari 32 siswa hanya 3 siswa yang tergolong berekonomi tinggi. Tingginya ekonomi dapatr dilihat dari penghasilan yang diperoleh orang tua setiap bulannya. Siswa yang berekonomi tinggi memiliki kemauan belajar yang cukup baik dalam belajarnya. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor ekonomi yang menunjang kegiatan siswa dalam belajarnya. Status ekonomi siswa memiliki pengaruh terhadap kemauan belajar siswa dalam belajarnya di sekolah. Hal ini dapat dilhat dari pemenuhan kebutuhan siswa dalam belajarnya. Semakin baik pemenuhan kebutuhannya semakin baik pula belajarnya.References
AM, Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. 2001.
Arifin, Tatang M. Menyusun Rencanan Penelitian. Jakarta:Grafindo. 1998.
Badan Pusat Statistik. Indikator-Indikator Kondisi Ekonomi Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik. 2012.
Barnabid, Imam. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Adicitra Karya Nusa. 2002.
BPS. Profil Kemiskinan di Indonesia, Maret 2009.’Berita Resmi Statistik No. 43/07/Th.XII. July 2009.
Cholid Narko dan abu achmadi. Metodologi Penelitian. I. Jakarta : Bumi Aksara, 2005.
Dimyati dan Mujiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Asdi Mahastya. 2002.
Djamarah, Syaiful Bahri.Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka cipta. 2009
Gerungan. Psikologi Sosial. Bandung: Eresco. 1991.
Hamalik, Oemar.Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung : Tarsito.2008.
Hadi, Sutrisno. Metode Research. Yogyakarta: andi Offset. 2006.
Husain Usman dan Purnomo setyady. Penelitian Sosial. Jakarta : Buki aksara. 2000.
Komaruddin. Kamus Istilah skripsi dan Tesis. Bandung : Angkasa. 1994.
Maleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualititaf. Bandung : Remaja Rosdakarya. 1996.
Purwanto, Ngalim. Psikologi Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2004.
Nasution, S.Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar.Jakarta : Bina Aksara. 2004.
Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. 2016.
Soekanto, Soejono. Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta: Rajawali Press. 2000.
Surya, Mohammad. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. 2004.
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung : alfabet. 2013.
Sudjiono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2005.
Tabrani, Rusyan. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar.Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2009.
Winkel, WS. Psikologi Pengajaran.Jakarta: Grasindo. 1996.







