IMPLEMENTASI MORNING ACTIVITY SEBAGAI STRATEGI BIMBINGAN KONSELING DALAM PEMBENTUKAN KEDISIPLINAN DAN RELIGIUS SISWA SMP MUHAMMADIYAH PLUS SALATIGA
DOI:
https://doi.org/10.37755/sjip.v11i2.1851Kata Kunci:
Morning Activity, Bimbingan dan Konseling, Disiplin, ReligiussAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan morning activity, pembentukan karakter yang diupayakanmuncul dari kegiatan morning activity, dan evaluasi sekolah terhadap kegiatan morning activity di SMPMuhammadiyah Plus Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknikpengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitianterdiri atas guru bimbingan konseling (BK), wali kelas, koordinator morning activity, dan siswa yang terlibataktif dalam kegiatan tersebut. Data dianalisis secara deskriptif dengan menelaah proses, makna, sertadampak kegiatan morning activity terhadap pembentukan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkanbahwa kegiatan morning activity yang meliputi (1) tadarus Al-Qur’an, (2) apel pagi, (3) shalat dhuhaberjamaah, dan (4) Sapa Segar berkontribusi signifikan dalam membentuk kebiasaan positif, meningkatkankedisiplinan waktu, dan memperkuat nilai spiritual siswa. Guru BK berperan aktif sebagai perancang danfasilitator kegiatan melalui pendekatan developmental guidance serta memberikan konsekuensi edukatifreligius berupa pelaksanaan shalat dhuha bagi siswa yang terlambat. Secara empiris, program inimenurunkan tingkat keterlambatan siswa sebesar 35% dan meningkatkan kepatuhan terhadap tata tertibhingga 90%. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi teori Social Learning dan Social EmotionalLearning (SEL) dalam pendekatan bimbingan konseling religius, menghasilkan model pembinaan karakteryang holistik dan kontekstual bagi pengembangan siswa di sekolah Islam. KesimpulannyReferensi
Afnilaswati, Meldawanti & Ardimen. 2021. Konsep Aplikasi Landasan dan Pendekatan Religius dalam Pelayanan Konseling. Jurnal Al- Taujih.
Anderson, J. R. (2015). The Social Psychology of Religion. Using Scientific Methodologies to Understand Religion. Accessed on September 10, 2016 from http://archivouverte.unige.ch/unige:79399.
Ahmad Manshur. (2019). Strstegi Pengembangan Kedisiplinan Siswa. Jurnal Pendidikan Islam (Vol 4).
Ardimen, A., Neviyarni, N., Firman, F., Gustina, G., & Karneli, Y. (2019). Model bimbingan kelompok dengan pendekatan muhasabah. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam. https://doi.org/10.32832/tadibuna. v8i2.2232
Campbell, E. (2003). The Ethical Teacher (Berkshire, Open University Press)
Cox, J., & Verhagen, P. (2011). Spirituality, religion and psychopathology: Towards an integrative psychiatry. International Journal of Person Centred Medicine, 1(1),146-148.
Corey, G. (2017). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy. Cengage Learning.
Dhaisani, S., & Istiqomah, I. (2022). The Role of Islamic Education in Teaching Moral Values to Students Nur Zaytun Hasanah Shafira Dhaisani Sutra Istiqomah. July.https://doi.org/10.18326/mdr.v14i1.33-47
Diniaty, A. (2013). Urgensi Teori Konseling dan Perspektifnya dalam Islam Menjawab Tuntutan Konseling Religius di Masa Depan. Al-Ta Lim Journal. https://doi.org/10.15548/jt.v20i1.27
Enok. M. (2023). Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Morning Activity di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu Freebase. (2016).
Fani. A, Sugiharto & Wibowo. 2020. Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Membentuk Karakter Disiplin Siswa. Jurnal Fokys Konseling.
Hariko.R. 2017. Landasan Filosfis Ketrampilan Komunikasi Konseling. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling. DOI: 10.17977/um001v2i22017p04
Hibatullah, H. (2022). Implementasi Bimbingan Konseling dalam Pendidikan Islam The Implementation of Counseling Guidance in Islamic Education. Jurnal At-Tadbir: Media Hukum Dan Pendidikan, 32(1), 1–11.
Imron, A. (2016). Pendidikan Kepribadian Anak Menurut Abdullah Nashih Ulwan. Edukasia Islamika, 1, 89.
Jennings, P. A. (2019). Mindfulness for Teachers: Simple Skills for Peace and Productivity in the Classroom. Norton.
Mahudin, Dzulkifli & Noor. (2016). Religiosity among Muslims: A Scale Development and Validation Study. International Islamic University Malaysia. Depasrtment of Psychology.
Naqiyah, N. (2011). Pendidikan Konselor Religius. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam.
Narvaez, D. (2023). Character Education in the 21st Century: Integrative Approaches. Journal of Moral Education.
Pratama, M. Y., Annuha, A. N., Fanani, A. F., & Lubis, M. A. (2025). Islamic Religious Education in Indonesia : Roles , Implementation , and Methods in Shaping Islamic Character in the Modern Era. 2(3), 282–292.
Rahmawaty, M. (2025). Religious Character Formation Through Habituation of Worship Activities : Pembentukan Karakter Religi Melalui Pembiasaan Kegiatan Ibadah. 13(1), 1–9. https://doi.org/10.21070/ijis.v13i1.1797
Reviewed, P., & Journal, R. (2022). Morning Assembly As An Important Part Of Curriculum.
Rijal, A., Kosasih, A., & Nurdin, E. S. (2023). Thomas Lickona and Yusuf Qardhawi : Creating Value for Character Education Through (Vol. 1). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-494069-15-2
Rochanah, R. (2018). Implementasi Landasan Religius dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling Sebagai Upaya Penanganan Dampak Masa Puber. Konseling Edukasi “Journal of Guidance and Counseling.” https://doi.org/10.21043/konseling.v2i1.3 884
Rofiqah, T. (2017). Konseling Religius: Mengatasi Rasa Kecemasan dengan Mengadopsi Terapi Zikir Berbasis Religiopsikoneuroimunologi Religious Counseling: Overcoming Anxiety with the Adoption Religiopsikoneuroimunologi of Based Remembrance Therapy. KOPASTA: Jurnal Program Konseling. Studi Bimbingan.
Sahih al-Bukhari, Vol. 6, Book 60, Number 300, Ḥadīth 47. Accessed on September 10, 2016 from http://www. sahih-bukhari.com/Pages/results.php5.
Safitri, N. E., & Novirizka Hasan, S. U. (2018). Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Pengembangan Nilai Karakter Religius. Konseling Andi Jurkam: Jurnal Matappa. https://doi.org/10.31100/jurkam.v2i1.64
Siswanto, Nurmal. I, Budin. S. (2021). Penanaman Karakter Religius Melalui Metode Pembiasaan. Jurnal Pendidikan Dasar (Vol. 5).
Siregar, P. (2015). Urgensi landasan religius dalam profesi bimbingan dan konseling. Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam.
Suciati, I., Idrus, I., Hajerina, H., Taha, N., & Wahyuni, D. S. (2023). Character and moral education based learning in students ’ character development. 12(3).https://doi.org/10.11591/ijere.v12i3.25122
Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Suroso, S. (2024). Analyzing Thomas Lickona ’ s Ideas in Character Education (A Library Research). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-220-0
Sutrisno. J dan Murni .S. 2019. Upaya Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Melalui Teknik Assertive Adaptive. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan Konseling. http://eskripsi.stikippgribl.ac.id
Tamama R. (2016). Konseling Religius: Mengatasi Rasa Kecemasan dengan Mengadopsi Terapi Zikir Berbasis Religiopsineuroimunologi. Jurnal Kopasta. no 3 vol 2
Widiyono. D. (2020). Religiosity of Dominat in Factors Implementation of TQM Teachers: Study in Vocational School. International Conference on Science. Atlantis Press.
Yuliani, I. (2025). The Implementation of Religious Culture to Develop Students ’ Discipline Character. 6(1), 302–307.
Zakariah, M., & Afifa, R. N. (2020). Manajemen Pendidikan Karakter Peserta didik di SMK Negeri 1 KOLAKA Laharini. 3,206–222. https://doi.org/10.5281/zenodo.5168857






